Ke Kawah Putih dari Jakarta
Ke Kawah Putih dari Jakarta, adalah informasi untuk Anda yang bertanya jika ke Kawah Putih dari Jakarta mengambil rute mana?, pertama patokannya adalah Anda dan keluarga memasuki tol Cipularang (Jalan Tol Cipularang (Cikampek - Purwakarta - Padalarang) adalah jalan tol di Indonesia yang menghubungkan kota Jakarta dan Bandung. Jalan tol ini selesai dibangun pada akhir April 2005. Tol ini membentang dari Cikampek - Purwakarta sampai Padalarang. Tol ini berada di pegunungan sehingga jalannya naik-turun dan juga mempunyai banyak jembatan yang panjang dan tinggi.
Pembangunannya dibagi 2, yaitu:- Tahap 1: Cikampek-Sadang (dibuka pada 1 Agustus 2003) dan Padalarang-Cikamuning (dibuka pada 21 September 2003) (17,5 km)
- Tahap 2: Sadang-Cikamuning (dibuka pada 26 April 2005) (41 km)
Melalui tol ini, jarak Jakarta-Bandung hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (jika tidak macet) dan dihitung dari Cawang.) sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Tol_Cipularang.
Kemudian Anda dan keluarga keluar tol Kopo, Jalan Tol Padalarang-Cileunyi adalah jalan tol yang menghubungkan Jalan Tol Cipularang. Jalan tol ini adalah jalan lingkar selatan Bandung. Jalan tol ini tidak hanya menghubungkan Jakarta dengan Bandung tetapi juga Sumedang, Garut, Nagreg, Ciamis, dan Tasikmalaya. Jalan tol ini melintasi Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota dan Kabupaten Bandung.
Kemudian untuk menuju kawah putih akan melewati Kota Kabupaten Bandung yaitu Soreang, Soreang adalah sebuah kecamatan di Tatar Pasundan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Di Soreang terletak pusat pemerintahan Kabupaten Bandung, setelah pemindahan dari Kota Bandung dan Baleendah.
Kemudian melewati kota kecamatan Ciwidey, Sejarah kota ciwidey - BANDUNG memiliki daerah bernama Ciwidey. Ciwidey memiliki sejarah nama yang berasal dari bahasa Portugis Kuno, dari kata Ciwi yang berarti buah kiwi dan Dey yang berarti hari. Sedangkan dalam bahasa Yunani Kuno nama Ciwidey berasal dari kata Ciwos yang berarti sapi dan Dos yang berarti lima. Daerah ciwidey ini terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur selatan. Ciwidey dikenal sebagai daerah tujuan ziarah, dan juga sebagai daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan.
Di kawasan Ciwidey ini terdapat beberapa kawasan wisata yang memiliki pemandangan yang indah, diantaranya ada kawasan wisata Kawah Putih. Kawah putih terletak di Gunung Patuha yang terletak di Jawa Barat. Ketinggian gunung ini adalah 2.386 meter. Kawah ini memiliki kelebihan yang dapat memberikan kita pemandangan berbeda. Dia kawah ini kita seolah-olah berada di salju karena tanahnya yang putih, selain itu kawah ini memiliki air yang berwarna hijau kebiruan seolah-olah kita berada di pantai dan lain sebagainya.
Selain Kawah Putih ada juga kawasan wisata yang di gemari oleh masyarakat setempat yaitu kawasan Situ Patenggang. Situ Patenggang ini adalah sebuah danau yang memiliki kesan mistis dengan disertai legenda klasik kerajaan masa lampau. Asal muasal nama dari situ patenggang itu adalah Situ yang artinya danau dan patenggang berasal dari bahasa sunda yaitu pateangan-teangan yang artinya saling mencari-cari. Ceritanya, dulu di seputaran danau ini ada pasangan yang saling mencari kemudian dipertemukan di sebuah batu yang kemudian terkenal dengan sebutan batu cinta, terletak di tengah-tengah danau.
Selain Kawah Putih dan Situ Patenggang ciwidey memiliki kawasan wisata yang menarik, mendidik dan indah yaitu daerah Gambung. Gambung yang letaknya tidak jauh dari kawasan pangalengan. Daerah Gambung tersebut memiliki perkebunan teh yang menjadi salah satu penghasilan untuk masyarakat didaerah tersebut. Salah satu Daya Tarik di Daerah Gambung ini yaitu dengan memiliki panorama yang indah, yang juga terhamparnya perkebunan teh yang luas yang membuat pemandangan semakin indah.
Gambung memiliki wisata yang mendidik namun tidak banyak orang mengetahuinya, Salah satunya ialah lewat wisata Ngebekong. Salah satu cara untuk mengembangkan Daya Tarik yang dimiliki oleh Gambung ini yaitu adalah dengan mengenalkan Wisata Ngabengkong kepada masyarakat Bandung minimal. Namun lebih baik lagi jika seluruh Indonesia mengetahui adanya wisata yang mendidik dan mengetahui mengenai perkebunan teh di Gambung.
Ngabekong ialah sebuah istilah dalam bahasa sunda yang berarti menyimpan tanaman muda sebelum ditanamkan ke ladang. Rumah Pintar Satoe dan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung (The Research Institute for Tea and Cinchona) yang menyusun aksi wisata semacam ini yang bakal mengajak anak-anak untuk menelusuri prosesi bercocok tanam teh secara khusus dan detil.
Lewat program wisata ini anak-anak akan diperkenalkan bagaimana sayuran yang biasanya mereka konsumsi dalam kesehariannya itu tumbuh dan berkembang. Dimulai dengan fase benih, kemudian ditanam di ladang, dipetik, sampai pada simulasi jual-beli antara petani dengan pembelinya. Adapun anak-anak yang berwisata kesini akan diajari bagaimana cara menanam berbagai sayuran semisal buncis, cabai, kacang-kacangan, paprika, atau mengolah teh.
Untuk “Ngabekong” teh di Gambung, wisatawan bisa melihat produksi teh pula. Terletak di lereng Gunung Tilu, di antara dua kawasan perkebunan teh Jawa Barat Malabar dan Patuha, pengunjung akan diajari mulai dari bagaimana cara memetik teh yang baik dan benar, menyaksikan proses penimbangan teh di kebun, pelayuan, pengeringan, dan penggilingan. Usai Ngabekong, wisatawan bisa memboyong oleh-oleh hasil panen, media tanaman, benih, tanah, atau pupuk organik untuk dibawa ke rumah.
Selain “Ngabekong” daerah Gambung ini memiliki perpustakaan Pusat Penelitian Teh dan Kina yang didalamnya terdapat banyak sejarah mengenai Teh di Indonesia yang sepertinya jarang orang mengunjungi perpustakaan tersebut. Buku-buku didalam perpustakaan tersebut menarik karena banyaknya sejarah mengenai Teh dan Kina, namun buku-buku itu kebanyakan berbahsa Belanda.
Ciwidey dan Alam Bandung Selatan memiliki banyak tempat wisata mempesona yang harus anda kunjungi, terutama di kawasan Ciwidey ini yang paling terkenal, karena tidak hanya ketika sampai di lokasi tujuan, sebelum sampai pun mata anda akan di manjakan oleh keindahan hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan. Terdapat pula perkebunan Strawberi milik penduduk setempat yang bisa anda beli buahnya dan anda petik langsung menggunakan tangan anda, kebun ini mempunyai sebutan “Kebun Strawberi Petik Sendiri Ciwidey”.
Tidak hanya itu yang akan anda temukan ketika di perjalanan menuju lokasi, banyak juga penduduk yang berdagang di sepanjang jalan Ciwidey yang mejual hasil kerajinan mereka dan menawarkan makanan khas daerah tersebut. Juga jika anda berniat ingin beristirahat sejenak di perjalanan, Anda bisa menikmati pemandangan kebun teh dan pesawahan disini sambil makan di resetoran khas sunda yang sengaja lokasinya di buat agar mata kita melihat kearah pemandangan kebun teh dan pesawahan Ciwidey atau biasa disebut “Ciwidey View”.
Sebenarnya tidak hanya Tempat Wisata Ciwidey yang berada di kawasan Alam Bandung Selatan ini, terdapat pula banyak Tempat Wisata, seperti Tempat Perkemahan Gunung Puntang dan daerah Wisata Pangalengan yang akan saya bahas di Artikel yang saya tulis di Blog Kabupaten dan Kota Bandung ini, namun lebih baik saya lanjutkan lagi tentang Ciwidey ya.
Diambil dari mana Nama Ciwidey sehingga menjadi tempat Wisata Alam di Bandung Selatan?,
Kata Ciwidey diambil dari bahasa Portugis Kuno, Kata Ciwi berartikan Buah Kiwi dan Dey mempunyai arti Hari. Namun bila diambil dari bahasa Yunani Kuno Nama Ciwidey berasal dari kata Ciwos yang mempunyai arti sapi dan Dos yang berartikan lima.
Dimanakah letak atau lokasi Ciwidey?,
Kawasan Wisata Ciwidey ini terletak di Alam Bandung Selatan. Daerah ini bersebelahan dengan Kabupaten Cianjur, yang terhubung ke Cianjur Selatan. Kawasan ini adalah salah satu kawasan pertanian dan juga perkebunan.
Di kawasan Ciwidey ini terdapat beberapa kawasan wisata yang memiliki pemandangan yang indah, diantaranya ada kawasan wisata Kawah Putih. Kawah putih terletak di Gunung Patuha yang terletak di Jawa Barat. Ketinggian gunung ini adalah 2.386 meter. Kawah ini memiliki kelebihan yang dapat memberikan kita pemandangan berbeda. Dia kawah ini kita seolah-olah berada di salju karena tanahnya yang putih, selain itu kawah ini memiliki air yang berwarna hijau kebiruan seolah-olah kita berada di pantai dan lain sebagainya.
Selain Kawah Putih ada juga kawasan wisata yang di gemari oleh masyarakat setempat yaitu kawasan Situ Patenggang. Situ Patenggang ini adalah sebuah danau yang memiliki kesan mistis dengan disertai legenda klasik kerajaan masa lampau. Asal muasal nama dari situ patenggang itu adalah Situ yang artinya danau dan patenggang berasal dari bahasa sunda yaitu pateangan-teangan yang artinya saling mencari-cari. Ceritanya, dulu di seputaran danau ini ada pasangan yang saling mencari kemudian dipertemukan di sebuah batu yang kemudian terkenal dengan sebutan batu cinta, terletak di tengah-tengah danau.
Selain Kawah Putih dan Situ Patenggang ciwidey memiliki kawasan wisata yang menarik, mendidik dan indah yaitu daerah Gambung. Gambung yang letaknya tidak jauh dari kawasan pangalengan. Daerah Gambung tersebut memiliki perkebunan teh yang menjadi salah satu penghasilan untuk masyarakat didaerah tersebut. Salah satu Daya Tarik di Daerah Gambung ini yaitu dengan memiliki panorama yang indah, yang juga terhamparnya perkebunan teh yang luas yang membuat pemandangan semakin indah.
Gambung memiliki wisata yang mendidik namun tidak banyak orang mengetahuinya, Salah satunya ialah lewat wisata Ngebekong. Salah satu cara untuk mengembangkan Daya Tarik yang dimiliki oleh Gambung ini yaitu adalah dengan mengenalkan Wisata Ngabengkong kepada masyarakat Bandung minimal. Namun lebih baik lagi jika seluruh Indonesia mengetahui adanya wisata yang mendidik dan mengetahui mengenai perkebunan teh di Gambung.
Ngabekong ialah sebuah istilah dalam bahasa sunda yang berarti menyimpan tanaman muda sebelum ditanamkan ke ladang. Rumah Pintar Satoe dan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung (The Research Institute for Tea and Cinchona) yang menyusun aksi wisata semacam ini yang bakal mengajak anak-anak untuk menelusuri prosesi bercocok tanam teh secara khusus dan detil.
Lewat program wisata ini anak-anak akan diperkenalkan bagaimana sayuran yang biasanya mereka konsumsi dalam kesehariannya itu tumbuh dan berkembang. Dimulai dengan fase benih, kemudian ditanam di ladang, dipetik, sampai pada simulasi jual-beli antara petani dengan pembelinya. Adapun anak-anak yang berwisata kesini akan diajari bagaimana cara menanam berbagai sayuran semisal buncis, cabai, kacang-kacangan, paprika, atau mengolah teh.
Untuk “Ngabekong” teh di Gambung, wisatawan bisa melihat produksi teh pula. Terletak di lereng Gunung Tilu, di antara dua kawasan perkebunan teh Jawa Barat Malabar dan Patuha, pengunjung akan diajari mulai dari bagaimana cara memetik teh yang baik dan benar, menyaksikan proses penimbangan teh di kebun, pelayuan, pengeringan, dan penggilingan. Usai Ngabekong, wisatawan bisa memboyong oleh-oleh hasil panen, media tanaman, benih, tanah, atau pupuk organik untuk dibawa ke rumah.
Selain “Ngabekong” daerah Gambung ini memiliki perpustakaan Pusat Penelitian Teh dan Kina yang didalamnya terdapat banyak sejarah mengenai Teh di Indonesia yang sepertinya jarang orang mengunjungi perpustakaan tersebut. Buku-buku didalam perpustakaan tersebut menarik karena banyaknya sejarah mengenai Teh dan Kina, namun buku-buku itu kebanyakan berbahsa Belanda.
Ciwidey dan Alam Bandung Selatan memiliki banyak tempat wisata mempesona yang harus anda kunjungi, terutama di kawasan Ciwidey ini yang paling terkenal, karena tidak hanya ketika sampai di lokasi tujuan, sebelum sampai pun mata anda akan di manjakan oleh keindahan hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan. Terdapat pula perkebunan Strawberi milik penduduk setempat yang bisa anda beli buahnya dan anda petik langsung menggunakan tangan anda, kebun ini mempunyai sebutan “Kebun Strawberi Petik Sendiri Ciwidey”.
Tidak hanya itu yang akan anda temukan ketika di perjalanan menuju lokasi, banyak juga penduduk yang berdagang di sepanjang jalan Ciwidey yang mejual hasil kerajinan mereka dan menawarkan makanan khas daerah tersebut. Juga jika anda berniat ingin beristirahat sejenak di perjalanan, Anda bisa menikmati pemandangan kebun teh dan pesawahan disini sambil makan di resetoran khas sunda yang sengaja lokasinya di buat agar mata kita melihat kearah pemandangan kebun teh dan pesawahan Ciwidey atau biasa disebut “Ciwidey View”.
Sebenarnya tidak hanya Tempat Wisata Ciwidey yang berada di kawasan Alam Bandung Selatan ini, terdapat pula banyak Tempat Wisata, seperti Tempat Perkemahan Gunung Puntang dan daerah Wisata Pangalengan yang akan saya bahas di Artikel yang saya tulis di Blog Kabupaten dan Kota Bandung ini, namun lebih baik saya lanjutkan lagi tentang Ciwidey ya.
Diambil dari mana Nama Ciwidey sehingga menjadi tempat Wisata Alam di Bandung Selatan?,
Kata Ciwidey diambil dari bahasa Portugis Kuno, Kata Ciwi berartikan Buah Kiwi dan Dey mempunyai arti Hari. Namun bila diambil dari bahasa Yunani Kuno Nama Ciwidey berasal dari kata Ciwos yang mempunyai arti sapi dan Dos yang berartikan lima.
Dimanakah letak atau lokasi Ciwidey?,
Kawasan Wisata Ciwidey ini terletak di Alam Bandung Selatan. Daerah ini bersebelahan dengan Kabupaten Cianjur, yang terhubung ke Cianjur Selatan. Kawasan ini adalah salah satu kawasan pertanian dan juga perkebunan.
Setelah melewati beberapa tempat seperti desa Panundaan, Cikembang, Barutunggul, alam endah baru sampailah di Kawah Putih tempat tujuan wisata ter kenal dan ter-favorit di Ciwidey.
Jika masih ada pertanyaan atau apapun mengenai informasi ini atau
apapun, kritik dan saran atau apapun hubungi Saya : Agus Duradjak,SE di
hp 081323739973 atau hp 081224837001, bbm 597BACEE telepon 022-85920070,
terima kasih sudah membaca informasi ini yang berjudul Ke Kawah Putih dari Jakarta.






